andi

Breaking News
Loading...
Selasa, 21 Agustus 2012

BIOLOGI

17.41

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan sehari- hari kita sering kali mendengar bahkan pernah ataupun sering mengkonsmsi tapai.Tapai merupakan makanan fermentasi tradisional yang tidak asing lagi bagi kita. Fermentasi alkohohol yang telah dikenal dan bahkan sering dilakukan oleh banyak orang sejak ribuan tahun yang lalu dapat terbuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong ( ketela pohon ). Fermentasi dalam hal ini, pada umumnya menggunakan sel ragi ( Khamir ).Namun terkadang dalam pembuatan tapai, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, dalam hal ini akan dibahas lebih mendalam tentang  fermentasi alkohol yaitu pada tapai singkong, dengan melakukan percobaan. Apakah percobaan yang hendak dilakukan sesuai dengan yang diharapkan ? Untuk mengetahui hal tersebut, dalam hal ini akan dilakukan percobaan tentang pembuatan tapai yaitu Tapai Singkong.
1.2 TUJUAN
Untuk mengetahui hasil fermentasi alkohol pada tapai singkong.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.     PENGERTIAN FERMENTASI
Fermentasi adalah proses prouksi enegi didalam sel dalam keadaan anaerob ( tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik. Akan tetapi, terdapat defenisi yang lebih jelas yang mendefensikan  fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
     Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol,asam laktat dan hidrogen. Akan tetapi, beberapa kompenen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol daam bir, tuak, anggur dan minuman beralkohol lainnya.Respirasi anaerobik dalam otot manusia selama kerja keras tempat ( yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal ) dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi.

B.      FERMENTASI ALKOHOL
Pada fermentasi alkohol, asam piruvat tidak diubah menjadi Asetil KoA, seperti pada respirasi aerob, akan tetapi menjadi asetaldehid. Dalam hal ini, sel ragi akan mengubah gula menjadi asam piruvat melalui jalur glikolisis, Selanjutnya asam piruvat menjadi asetaldehid melepaskan karbondioksida dan dikatalisis oleh enzim piruvat dehidroginase, selanjutnya asetaldehid diubah menjadi etanol ( etil alkohol ) dengan dikatalisis oleh alkohol dehidrogenase. Semua proses tersebut berlangsung dalam keadaan anaerob.
Fermentasi alkohol umumnya dilakukan oleh Khamir ( ragi ) dari jenis saccharomiyches. Fermentasi alkohol digunakan dalam pembuatan tape ketan, singkong, bir,tuak anggur. Pada sel ragi dan bakteri, respirasi berlangsung secara anaerob, hasil fermentasi berupa CO2 dan pada industri roti dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti seingga pada roti terdapat pori- pori.

Secara singkat, reaksi fermentasi dapat ditulis sbb:

C6H12O6                     2C2H5OH + 2CO2 + 21 kal + 2ATP

Apabila fermentasi alkohol diberikan oksigen, akan timbul bau asam sebagai akibat dari peubahan fermentasi alkohol menjadi fermentasi asa cuka, dengan reaksi sbb:

C2H5OH + O2                 CH3COOH + H2O

Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tapai dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong ( ketela pohon ). Berbeda dengan makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama seperti tempe atau minuman alkohol. Pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme. Berdasarkan uraian diatas, dapat diketahui bahwa mikroorganisme yang terdapat didalam ragi tape adalah kapang Amylumycesrouxii, serta bakteri Pediococcus sp, dan Bacillus sp, kedua kelompok mikroorganisme tersebut bekerjasama dalam menghasilkan tape.
Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim- enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula yang lebih sederhana ( disakarida dan monosakarida ). Proses tersebut sering dinamakan sakurifikasi ( saccharification ). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula sederhana tersebut menjadi alkohol, inilah yang menyebabkan aroma alkoholisis pada tape semakin lama tape tersebut, semakin kuat alkoholnya.
Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces dan ceriviciae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat ( fruktosa dan glukosa ) menjadi alkohol dan karbondioksida. Selain saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape ini juga terlibat mikroorganisme lainnya, yaitu Mucor dalam mengubah pati menjadi gula sederhana ( glukosa ).


BAB III
METODE PENGAMATAN
3.1. ALAT DAN BAHAN
a ). Alat                                                                       b ).Bahan
Panci                                                                           Air                  
Kompor                                                                        Singkong
Pisau                                                                            Ragi
Kain penutup                                                               Daun
Plastik
Korek api
Tempat untuk tape
Baskom kecil

3.2. CARA KERJA
1)      Menyediakan Alat dan bahan yang akan digunakan.
2)      Singkong yang akan dikukus dikupas terlebih dahulu dan dipotong sesuai dengan selera.
3)      Singkong dicuci kemudian dikukus dengan menyalakan kompor terlebih dahulu.
4)      Singkong dikukus sampai matang, kemudian diangkat dan diletakkan diatas plastik untuk didinginkan.
5)      Ragi yang akan digunakan dihaluskan terlebih dahulu.
6)      Saat singkong telah benar- benar dalam keadaan dingin,ragi yang telah dihaluskan ditaburkan pada singkong secara merata. Selanjutnya dimasukkan kedalam tempat- tempat yang telah disediakan, dan ditutup dengan daun.
7)      Penutup yang digunakan harus benar- benar rapat dengan mengalasi penutupnya dengan plastik agar fermentasi alkohol dapat berlangsung dengan baik.
8)      Untuk memastikan berhasil tidaknya suatu percobaan yang dilakukan, dapat dibuka tiga hari kemudian.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa singkong yang awalnya keras, ternyata dapat lunak setelah dikukus dan pada pengukusan dapat memberi aroma tersendiri pada singkong. Fermentasi alkohol pada umunya dilakukan oleh ragi dari jenis saccharomyces cerivisiae dalam pembuatan tapai.
Pada saat tapai singkong telah matang, akan terasa manis, asam, kecut, dan memberi aroma yang khas saat ditambahkan ragi. Hal ini membuktikan bahwa dalam pembuatan tapai, ragi (Saccharomyces cerivisiae ) mengeluarkan enzim yang dapat memecah arbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Saat itu juga pada pembuatan tapai, jamur pada ragi akan memakan glukosa yang ada dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong menjadi lunak. Jamur tersebut  akan mengubah glukosa menjadi alkohol.
Berikut reaksi yang berlangsung selama fermentasi :
C6H12O6                                               2C2H5OH + 2CO2 + 21 kal + 2ATP

Dari reaksi diatas dan dari pembahasan dapat diketahui  proses terjadinya fermentasi alkohol yaitu pada tapai singkong yang dilakukan oleh ragi ( khamir ) dari jenis saccharomyces.


DAFTAR ISI

Halama judul
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODE PENGAMATAN
3.1  Alat dan Bahan
3.2  Cara Kerja
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran



BAB V
PENUTUP

5.1.KESIMPULAN
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa fermentasi alkohol dapat terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat yang dalam hal ini adalah fermentasi alkohol terjadi pada tapai singkong, yang dilakukan oleh ragi ( khamir ) dari jenis saccharomyces.

5.2. SARAN
·         Kebersihan sangatlah penting dalam melakukan percobaan ini, agar hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diinginkan.
·         Saat proses fermentasi  terjadi, diusahakan agar pada saat terjadi  fermentasi  tidak mendapat  pengaruh dari unsur  oksigen, agar hasil percobaan sesuai dengan yang diinginkan.

















KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt, karena berkat Rahmat taufiq dan HidayahNYa jualah sehingga penyusunan laporan tentang “ Fermentasi dan Fotosintesis “ ini dapat diselesaikan.
Kehidupan manusia semakin berkembang dan sejahtera karena adanya bioteknologi yang semakin berkembang.
 Melalui laporan ini kami ingin menjelaskan secara sederhana tentang proses pembuatan tape khususnya bagi generasi muda. Laporan ini membantu untuk lebih jauh mengetahui tentang bagaimana proses pembuatan tape singkong dan manfaat yang ada dibalik tape singkong sebagai proses fermentasi makanan. Dan melalui laporan ini juga kami akan menjelaskan proses fotosintesis pada tumbuhan.
Seperti pepatah mengatakan bahwa “Tak ada gading yang tak retak”  demikian pula dengan laporan ini tentu masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan karena itu kepada para pembaca khususnya guru mata pelajaran ini dimohon kritik dan saran yang bersifat membangun  demi bertambahnya wawasan kami dibidang ini.
Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu, hingga laporan ini dapat diselesaikan .Semoga laporan ini benar-benar bermanfaat.





                                                                                                      Salaonro,        Oktober 2011
                                                                                                                           Penulis

                                                                                                            Kelompok 6


0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer